Penelusuran

Sunday, September 9, 2018

0

1. RAKIT APUNG

|
 TEKNIK APLIKASI
Starterkit ini memakai teknik rakit apung (floating system). Starterkit terdiri atas boks kontainer, styrofoam, dan netpot yang ditompang oleh meja yang terbuat dari baja ringan. Dibutuhkan aerator untuk memasok oksigen. Starterkit ini cocok untuk pemula yang ingin berhidroponik.

B. PRINSIP KERJA

  • Teknik hidroponik statis dengan car penggenangan air di daerah perakaran tanaman.  Nutrisi diberikan secara langsung mengenai akar secara terus menerus sehingga tanaman dapat menyerap nutrisi tiap saat.
  • Teknik ini berbeda dengan wick system, pada floating system tidak membutuhkan reservoir dari kain flanel atau sumbu kompor.
  • Teknik ini cukup aman jika ditinggal bepergian dalam beberapa hari.
C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN
  • Tingkat kesulitan mudah. Siapa saja bisa .embuat dan merakitnya.
  • Perawatan tergolong mudah.
  • Praktis karena tidak memerlukan banyak peralatan.
  • Bahan yang digunakan murah. Banyak variasi, bisa menggunakan apa wadah apa saja.
  • Dapat ditanam berbagai jenis sayuran.
  • Pompa untuk mensirkulasi air sekaligus memasok oksigen.
2. KEKURANGAN
Akar tanaman rentan terjadi pembusukan karena lama terendam air.
Read more »

0

2. EBB AND FLOW SYSTEM MINI

|
 TEKNIK APLIKASI
Starterkit hidroponik ini menggunakan sistem pasang surut (ebb and flow system) dimana pemberian nutrisi pada akar tanaman dilakukan dengan cara menggenang (pasang) dan surut secara bergantian. Starterkit ini dapat diaplikasikan di rumah untuk hobi. Cara merangkainya mudah.

B. PRINSIP KERJA
Prinsip kerja ini memiliki 2 fase, yaitu fase saat tanaman mendapatkan nutrisi (fase pasang) dan fase nutrisi mengalir ke bak penampungan (fase surut). Nutrisi dipompa melewati media tanam membasahi perakaran tanaman hingga ketinggian tertentu. Supaya nutrisi mengalir ke bak penampungan secara otomatis biasanya didesain secara khusus.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Tanaman mendapatkan nutrisi dalam jumlah memadai tanpa tergenangi oleh air sepanjang waktu.
  • Nutrisi yang dibutuhkan lebih hemat.
  • Cukup fleksibel.
  • Hemat listrik.
  • Dapat menanam tanaman apa saja. Tanaman yang cocok yaitu kangkung dan bayam.
  • Biaya tidak terlalu mahal.
  • Banyak variasi/model, bisa menggunakan wadah apa saja
2. KEKURANGAN

  • Kepekatan nutrisi perlu dilakukan pengecekan karena telah bercampur media tanam.
  • Membutuhkan listrik, tetapi tidak terus-menerus.
  • Rentan terserang penyakit busuk akar apabila media tanamnya menggumpal.
  • Berat karena dipenuhi media tanam.
  • Lebih boros air daripada NFT.
  • Sterilisasi juga sulit.
Read more »

0

3. NFT TALANG MEDIUM 20 LUBANG

|
 APLIKASI TEKNIK
Starterkit hidroponik ini memakai teknik NFT. Ukurannya sedang, starterkit ini perlu perhatian dibandingkan dengan yang mini ketika merangkai, juga saat pemeliharaan.

B. PRINSIP KERJA
Pompa bertugas mengalirkan air dan nutrisi melewati media membasahi wilayah perakaran tanaman secara terus-menerus nin stop selama 24 jam dengan kecepatan aliran 1-2 liter per menit. Air mengalir secara gravitasi dari bagian tinggi ke rendah, tipis setebal kira-kira 3-5 mm. Ketinggian talang air diatur dengan kemiringan 10-15°.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Sirkulasi dan nutrisi berjalan dengan baik.
  • Pemakaian nutrisi lebih efisien karena tidak banyak yang terbuang. 
  • Tanaman yang cocok: sayuran daun ( sawi, salada,packcoy, kailan).
  • Tidak boros air.
  • Sterilisasi sistem relatif mudah.
2. KEKURANGAN

  • Sangat tergantung listrik.
  • Biaya investasi dan perawatan tinggi.
  • Untuk merakit instalasi ini rumit, dibutuhkan kecermatan.
  • Kurang fleksibel, tidak sembarang menggunakan wadah.
  • Bila terjadi penyakigbmudah menyebar ke seluruh tanaman.
Read more »

0

4. DFT PIPA PVC ULIR 42 LUBANG

|
 TEKNIK APLIKASI
Starterkit hidroponik ini menerapkan sistem DFT, mengalirkan air hingga membentuk kolom setebal 3-5 cm di sekitar tanam. Memiliki dimensi panjang 1 m, tinggi 1,5 m, dan lebar 70 cm, berisi 42 lubang tanam. Rangka menggunakan baja ringan.

B. PRINSIP KERJA
Nutrisi dari bak penampungan dialirkan dengan pompa melalui pipa PVC di bagian atas, lalu mengalir menuju ke bagian bawahnya. Aliran nutrisi ini diserap oleh akar tanaman, lalu dialirkan kembali menuju ke bak penampungan. Nutrisi dialirkan dari bak penampungan menggunakan pompa air menuju pipa PVC teratas, lalu mengalir ke pipa ke-1,2,3,4,5 dan 6 hingga menuju ke bak lagi.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Akar tanaman sering terendam air sehingga kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi.
  • Tanaman relatif aman sementara waktu jika tiba-tiba pompa mati karena rusak atau pemadaman listrik. Sebagian air yang masih terjebak di pipa PVC mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Dapat diletakkan di sembarangan tempat karena mendapatkan sinar matahari dari segala arah.
2. KEKURANGAN

  • Perlu jumlah air di dalam bak kontainer 2 kali kapasitas ketiga pipa PVC.
  • Memungkinkan nutrisi yang terjebak di pipa PVC menguap ke udara melalui lubang tanam.
  • Akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
  • Memungkinkan terjadinya penumpukan kotoran di bagian akar ( menggumpal) sehingga menyebabkan munculnya penyakit.
Read more »

0

5. DFT PIPA PVC MIRING 28 LUBANG

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit hidroponik ini memiliki tinggi sekitar 1,5 m. Sistem sirkulasi sama dengan DFT Mini, tetapi untuk penataan pipa PVC dibuat bertingkat miring atau ½A. Jumlahnya 4 pipa PVC, masing-masing 7 lubang. DFT ini berisi 28 lubang.

B. PRINSIP KERJA
Starterkit hidroponik ini memiliki prinsip DFT, mengalirkan nutrisi setebal 3-5cm. Nutrisi dari bak penampungan dialirkan dengan pompa ke seluruh guli berupa pipa PVC, lalu mengalir menuju ke bak penampungan. Aliran nutrisi ini diserap oleh akar tanaman, lalu dialirkan kembali menuju bak penampungan.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Akar tanaman sering terendam air sehingga kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi.
  • Tanaman relatif aman sementara waktu jika tiba-tiba pompa mati karena rusak atau pemadaman listrik. Sebagian air yang masih terjebak di pipa PVC mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Dapat diletakkan di sembarangan tempat karena mendapatkan sinar matahari dari segala arah.

2. KEKURANGAN

  • Akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
  • Perlu jumlah air di dalam bak kontainer 2 kali kapasitas ketiga pipa PVC.
  • Memungkinkan nutrisi yang terjebak di pipa PVC menguap ke udara melalui lubang tanam.
  • Memungkinkan terjadinya penumpukan kotoran di bagian akar (menggupal) sehingga menyebabkan munculnya penyakit.
Read more »

0

6. WICK SYSTEM

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit ini menggunakan sistem wick system. Sistem terdiri atas books kontainer, styrofoam, netpot kain flanel, dan media tanam. Teknik hidroponik ini sederhana sehingga cocok untuk pemula yang tertarik menanam sayur.
B. PRINSIP KERJA
Termasuk teknik hidroponik pasif. Aliran nutrisi bergantung pada gaya kapilaritas dari media tumbuh yang berasal dari sumbu sebagai reservoir—pengalir air yang menghubungkan antara bak nutrisi dan media tanam. Sumbu ini dipasang pada bagian bawah netpot , berfungsi mengalirkan air pupuk menuju ke akar.
Sumbunya: kain flanel, atau sumbu kompor.
Media tanamnya: rockwool, perlite, vermikulit, atau kerikil.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Biaya relatif murah dan banyak variasi, dapat memanfaatkan bahan-bahan yang ada di rumah, misalnya botol air minum bekas.M
  • udah merakitnya sehingga cocok untuk pemula.
  • Tanpa memakai pompa air sehingga tidak tergantung aliran listrik.
  • Fleksibel bisa ditanami berbagai jenis sayuran, umumnya sawi, selada, packoy, bayam dan kangkung.


2. KEKURANGAN

  • Pertumbuhan lambat. Nutrisi dan oksigen kurang tercampur dengan baik sehingga cenderung mengendap di dasar. Nutrisi tidak terjadi pergerakan sehingga tanaman tidak memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah cukup.
  • Tanaman mati. Akar menggantung atau tidak melekat di sumbu memungkinkan sebagian akar mengering sehingga penyerapan nutrisi kurang berjalan dengan baik, bahkan bisa menyebabkan kematian.


Read more »

0

7. DRIP IRRIGATION MINI

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit ini menerapkan teknik drip irrigation. Sistem terdiri atas boks es krim, pompa air, selang plastik, pipa PVC, dan boks kontainer. Teknik hidroponik ini mengalirkan nutrisi ke setiap tanaman melalui selang plastik secara terus menerus. Nutris masuk melalui celah-celah media tanam dan diserap oleh akar untuk pertumbuhannya. Dengan cara ini, akar tanaman mendapat nutrisi sepanjang hari. Dibutuhkan pompa air untuk menyalurkan nutrisi.


B. PRINSIP KERJA
Nutrisi mengalir secara terus-menerus sepanjang waktu. Nutrisi masuk melalui celah-celah media tanam dan diserap oleh akar. Untuk menyalurkan air memakai pompa listrik.
Membutuhkan media tanam sebagai tempat akar berkembang dan memperkokoh dudukan tanaman. Media tanamnya dipilih yang dapat menyerap air, nutrisi dan oksigen dengan baik. Misalnya sekam bakar, hydroton, kerikil, rockwool, pasir silika, swrbuk sabut kelapa, atau serbuk gergaji. Media tanam yang terlalu halus dapat menyebabkan aliran oksigen menjadi kurang lancar.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Efisien pada pemakaian nutrisi dalam jumlah sedikit, tetapi secara kontinu.
  • Bisa menggunakan wadah, seperti kantong plastik, polibag, atau pot plastik.


2. KEKURANGAN

  • Biaya cukup besar.
  • Boros listrik.
  • Tidak semua tanaman yang bisa ditanam, umumnya cabai, paprika, melon, dan tomat.
  • Tidak banyak variasi.
  • Lebih boros air.
  • Sterilisasi sulit.
  • Media tanam (sekam bakar, serbuk sabut kelapa, serbuk gergaji) mudah memadat.
  • Oksigen disekitar akar berkurang akibat media terlalu padat.
  • Nutrisi dimungkinkan bisa menguap karena terbuka.


Read more »

0

8. SMALL DFT 16 LUBANG

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit hidroponik ini mengaplikasikan sistem DFT yang terbuat dari 4 batang pipa PVC 3 inci sepanjang 50 cm, masing-masing berisi 4 lubang. Keempat pipa tersebut ditompang di atas meja berbahan baja ringan sehingga terlihat kokoh. Nutrisi dialirkan dari bak penampungan menggunakan pompa air, lalu dibagi ke masing-masing pipa PVC dan kembali ke bak penampungan. Ukurannya yang mini membuat straterkit ini relatif mudah dipindahkan ke tempat lain.

B. PRINSIP KERJA
Nutrisi dari bak kontainer dialirkan oleh pompa air ke bagian atas pipa PVC, lalu mengalir ke pipa PVC bagian bawahnya, kemudian menuju ke bak penampungan. Sebagian air "terjebak" di sepanjang pipa PVC. Air inilah nutrisi yang diserap oleh akar tanaman, sebagian lagi mengalir kembali mrnuju ke bak kontainer.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1 KELEBIHAN

  • Akar tanaman sering terendam air sehingga kebutuhan nutrisi yang dibutuhka tanaman tercukupi.
  • Tanaman relatif aman sementara waktu jika tiba-tiba pompa mati karena rusak atau pemadaman listrik. Sebagian air yang masih terjebak di pipa PVC mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.
  • Dapat diletakkan di sembarangan tempat karena mendapatkan sinar matahari dari segala arah.


2. KEKURANGAN

  • Perlu jumlah air dalam bak kontainer 2 kali kapasitas ketiga pipa PVC.
  • Memungkinkan nutrisi yang terjebak di pipa PVC menguap ke udara melalui lubang tanam.
  • Perlu diperhatikan, akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
  • Memungkinkan terjadinya penumpukan kotoran di bagian akar (menggumpal) sehingga menyebabkan munculnya penyakit.


Read more »

0

9. DFT PIPA PVC FRAME A 36 LUBANG

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit hidroponik ini memiliki tinggi sekitar 1,5 m. Sistem sirkulasi sama dengan DFT Mini, tetapi untuk penataan pipa PVC dibuat bertingkat menggunakan rangka yang berbentuk huruf A. Pipa PVC diletakkan di sisi kanan dan kiri rangka. Untuk Frame A 36 lubang, panjang pipa PVC adalah 1 m berisi 6 lubang tanam. Jumlahnya 6 batang (3 di kiri dan 3 di kanan). Nutrisi dari bak dipompa ke atas lalu dibagi menggunakan manifold untuk dialirkan menuju masing-masing pipa PVC.

B. PRINSIP CARA KERJA
Starterkit hidroponik ini memiliki prinsip mengalirkan nutrisi setebal 3—5 cm. Nutrisi dari bak penampungan dialirkan dengan pompa ke seluruh guli berupa pipa PVC, lalu mengalir menuju ke bak penampungan.
Lantaran air lebih banyak, DFT bisa memakai media tanam arang sekam yang tidak terlalu menyimpan air. Media tanam ini hanya sekadar untuk pegangan akar tanaman. Untuk mengatasi pemadaman listrik, tinggi pangkal pipa outlet dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Semakin tinggi pangkal pipa outlet, semakin banyak air yang tersisa dalam guli.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN
DFT merupakan teknik bertanam yang prinsipnya hampir sama dengan NFT, hanya saja air yang dialirkan bisa lebih banyak dibandingkan dengan NFT, yaitu sekitar 3—5 cm. Nutrisi dari bak penampungan dialirkan dengan pompa melalui pipa PVC di bagian atas, lalu mengalir ke bagian bawahnya. Aliran nutrisi ini diserap oleh akar tanaman, lalu dialirkan kembali menuju bak penampungan.

2. KEKURANGAN
Bentuk DFT ini bermacam-macam, tergantung kebutuhan dan luas  penanaman. Teknik ini praktis untuk memelihara tanaman di rumah. Tanaman mendapatkan nutrisi secara kontinu.
Perlu diperhatikan akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
Read more »

0

10. DFT PIPA PVC DINDING

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit hidroponik ini mengaplikasikan sistem DFT. Starterkit terbuat dari 3 batang pipa PVC 3 inci swpanjang 1,5 cm, 1 batang berisi 7 lubang. Ketiga pipa tersebut dipasang sedemikian rupa di dinding. Nutrisi dialirkan dari bak kontainer menggunakan pompa air kemudian ke pipa PVC bagian atas, lalu mengalir ke pipa PVC bagian bawahnya, dan kembali ke bak kontainer. Ukurannya sedang dan terpasang di dinding, starterkit ini sulit dipindahkan ke tempat lain.


B. PRINSIP KERJA
Nutrisi dari bak kontainer dialirkan oleh pompa air ke bagian atas pipa PVC, lalu mengalir ke bagian pipa PVC dibawahnya, lalu pipa PVC bagian paling bawah, barulah mengalir menuju ke bak kontainer. Sebagian air "terjebak" di sepanjang pipa PVC. Air inilah nutrisi yang diserap oleh akar tanaman, sebagian lagi air mengalir kembali menuju bak kontainer.

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Akar tanaman sering terendam air sehingga kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi.
  • Tanaman relatif aman sementara waktu jika tiba-tiba pompa mati karena rusak atau pemadaman listrik. Sebagian air yang masih terjebak di pipa PVC mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.


2. KEKURANGAN

  • Perlu jumlah air di dalam bak kontainer 2 kali kapasitas ketiga pipa PVC.
  • Memungkinkan nutrisi yang terjebak di pipa PVC menguap ke udara melalui lubang tanam.
  • Perlu diperhatikan akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
  • Memungkinkan terjadinya penumpukan kotoran di bagian akar (menggumpal) sehingga menyebabkan munculnya penyakit.
  • Tidak dapat diletakkan di sembarangan tempat karena harus mendapatkan sinar matahari yang cukup hanya dari satu arah saja.
Read more »

0

11. AEROPONIK MINI

|
A. TEKNIK APLIKASI
Aeroponik dapat diartikan aero (udara) dan phonic ( cara budidaya). Starterkit hidroponik ini terbuat dari boks kontainer yang telah dilengkapi dengan pompa, pipa, dan nozzle untuk mendistribusikan air pupuk. Ukurannya tidak besar, instalasi ini dapat dipindahkan ke lokasi lain.

B. PRINSIP KERJA
Nutrisi disemprotkan melalui sprayer membentuk butiran seperti kabut hingga membasahi bagian akar tanaman. Posisi akar tanaman menggantung sehingga menyerap nutrisi dengan baik. Sisa nutrisi yang tidak terserap akan jatuh kembali ke bak penampungan.
Dengan teknik ini, pasokan nutrisi dan oksigen terjamin. Penyemprotan nutrisi dilakukan selama 24 jam non stop. Bila perlu, frekuensi dan durasi penyemprotan diatur oleh timer ( pengatur waktu).

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Tanaman mendapat pasokan air, oksigen, dan nutrisi secara berkala dalam jumlah memadai.
  • Nutrisi disemprotkan sehingga lebih hemat.
  • Tanaman lebih banyak mendapat oksigen, pertumbuhan tanaman lebih cepat, dan waktu perakaran berkurang.
  • Mudah dipindahkan ke tempat lain.


2. KEKURANGAN

  • Sangat tergantung dengan aliran listrik. Penggunaan pompa dan (timer tergantung kebutuhan) dalam sistem ini harus dinyalakan secara berkala.
  • Biaya tinggi.
  • Hanya jenis tertentu yang bisa ditanam.
Read more »

0

12. DUTCH BUCKET

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit ini berbahan dasar memanfaatkan dutch bucket atau boks es krim bekas. Bisa juga memakai ember plastik. Rangka untuk menopang dutch bucket menggunakan baja ringan supaya kokoh. Bahan ini juga tidak mudah berkarat sehingga tahan lama. Sistem sirkulasi air menggunakan teknik drip irrigation, jadi air nutrisi dipompa dari bak kontainer ke masing-masing bucket. Air meresap ke sela-sela akar lalu jatuh di dalam bucket. Luapan air di bucket mengalir ke boks kontainer.

B.PRINSIP KERJA
Air nutrisi di boks kontainer dipompa melalui selang menuju netpot, masing-masing 1 selang. Aliran nutrisi ini diserap oleh akar tanaman, sebagian jatuh ke dalam bucket. Luapan air di bucket mengalir menuju boks kontainer.
Lantaran air yang mengalir lebih banyak, DFT bisa memakai media tanam arang sekam yang tidak terlalu menyimpan air. Media tanam ini hanya sekedar untuk pegangan akar tanaman. Untuk mengatasi pemadaman aliran listrik, tinggi pangkal pipa outlet dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Semakin tinggi pangkal pipa outlet, semakin banyak air yang tersisa dalam guli (tempat menanam).

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Mampu memasok air nutrisi secara kontinu dalam jumlah memadai yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sayuran.
  • Akar tanaman masih menyentuh genangan air di bucket sehingga aman ketika aliran listrik mati.
  • Pertumbuhan tanaman bisa seragam karena memperoleh sinar matahari secara merata.


2. KEKURANGAN

  • Akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
  • Ukuran starterkit relatif lebih besar sehingga sulit dipindahkan. Perlu dibongkar terlebih dahulu, baru dipasang kembali.
Read more »

Copyright © 2010 Hidroponik: Macam-macam hidroponik starter, kelebihan serta kekurangan

Template N2y Shadow By Nano Yulianto