TEKNIK APLIKASI
Starterkit hidroponik ini menerapkan sistem DFT, mengalirkan air hingga membentuk kolom setebal 3-5 cm di sekitar tanam. Memiliki dimensi panjang 1 m, tinggi 1,5 m, dan lebar 70 cm, berisi 42 lubang tanam. Rangka menggunakan baja ringan.
B. PRINSIP KERJA
Nutrisi dari bak penampungan dialirkan dengan pompa melalui pipa PVC di bagian atas, lalu mengalir menuju ke bagian bawahnya. Aliran nutrisi ini diserap oleh akar tanaman, lalu dialirkan kembali menuju ke bak penampungan. Nutrisi dialirkan dari bak penampungan menggunakan pompa air menuju pipa PVC teratas, lalu mengalir ke pipa ke-1,2,3,4,5 dan 6 hingga menuju ke bak lagi.
C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
1. KELEBIHAN
Starterkit hidroponik ini menerapkan sistem DFT, mengalirkan air hingga membentuk kolom setebal 3-5 cm di sekitar tanam. Memiliki dimensi panjang 1 m, tinggi 1,5 m, dan lebar 70 cm, berisi 42 lubang tanam. Rangka menggunakan baja ringan.
B. PRINSIP KERJA
Nutrisi dari bak penampungan dialirkan dengan pompa melalui pipa PVC di bagian atas, lalu mengalir menuju ke bagian bawahnya. Aliran nutrisi ini diserap oleh akar tanaman, lalu dialirkan kembali menuju ke bak penampungan. Nutrisi dialirkan dari bak penampungan menggunakan pompa air menuju pipa PVC teratas, lalu mengalir ke pipa ke-1,2,3,4,5 dan 6 hingga menuju ke bak lagi.
C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
1. KELEBIHAN
- Akar tanaman sering terendam air sehingga kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan tanaman tercukupi.
- Tanaman relatif aman sementara waktu jika tiba-tiba pompa mati karena rusak atau pemadaman listrik. Sebagian air yang masih terjebak di pipa PVC mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.
- Dapat diletakkan di sembarangan tempat karena mendapatkan sinar matahari dari segala arah.
- Perlu jumlah air di dalam bak kontainer 2 kali kapasitas ketiga pipa PVC.
- Memungkinkan nutrisi yang terjebak di pipa PVC menguap ke udara melalui lubang tanam.
- Akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
- Memungkinkan terjadinya penumpukan kotoran di bagian akar ( menggumpal) sehingga menyebabkan munculnya penyakit.


0 comments:
Post a Comment