Penelusuran

Sunday, September 9, 2018

12. DUTCH BUCKET

|
A. TEKNIK APLIKASI
Starterkit ini berbahan dasar memanfaatkan dutch bucket atau boks es krim bekas. Bisa juga memakai ember plastik. Rangka untuk menopang dutch bucket menggunakan baja ringan supaya kokoh. Bahan ini juga tidak mudah berkarat sehingga tahan lama. Sistem sirkulasi air menggunakan teknik drip irrigation, jadi air nutrisi dipompa dari bak kontainer ke masing-masing bucket. Air meresap ke sela-sela akar lalu jatuh di dalam bucket. Luapan air di bucket mengalir ke boks kontainer.

B.PRINSIP KERJA
Air nutrisi di boks kontainer dipompa melalui selang menuju netpot, masing-masing 1 selang. Aliran nutrisi ini diserap oleh akar tanaman, sebagian jatuh ke dalam bucket. Luapan air di bucket mengalir menuju boks kontainer.
Lantaran air yang mengalir lebih banyak, DFT bisa memakai media tanam arang sekam yang tidak terlalu menyimpan air. Media tanam ini hanya sekedar untuk pegangan akar tanaman. Untuk mengatasi pemadaman aliran listrik, tinggi pangkal pipa outlet dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Semakin tinggi pangkal pipa outlet, semakin banyak air yang tersisa dalam guli (tempat menanam).

C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

1. KELEBIHAN

  • Mampu memasok air nutrisi secara kontinu dalam jumlah memadai yang dibutuhkan untuk pertumbuhan sayuran.
  • Akar tanaman masih menyentuh genangan air di bucket sehingga aman ketika aliran listrik mati.
  • Pertumbuhan tanaman bisa seragam karena memperoleh sinar matahari secara merata.


2. KEKURANGAN

  • Akar mudah busuk karena lama terendam air pupuk.
  • Ukuran starterkit relatif lebih besar sehingga sulit dipindahkan. Perlu dibongkar terlebih dahulu, baru dipasang kembali.

0 comments:

Post a Comment

Copyright © 2010 Hidroponik: Macam-macam hidroponik starter, kelebihan serta kekurangan

Template N2y Shadow By Nano Yulianto